Image

Matahari Di Ufuk Timur

Refleksi Kebangkitan Tuhan Yesus

?Hai Sahabat Darah Mulia. Selamat Paskah...Semoga kebangkitan Tuhan Yesus Kristus membawa sukacita dan harapan baru dalam hidup kita. Kali ini kita dihantar melalui refleksi tulisan Sr. Vianney untuk memaknai peristiwa kebangkitan Kristus yang kita imani. Semoga menginspirasi ya.... Selamat membaca!


MATAHARI DI UFUK TIMUR

By: Vianney ADM

 

S

inar matahari pagi menembus kamar saya. Pagi yang penuh berkat karena hari ini adalah Hari Raya Paskah. Pagi-pagi buta saya menghadirkan diri bersama Maria Magdalena yang mengunjungi makam Yesus. Saya membawa rempah-rempah talenta, bakat dan kemampuan sebagai anugerah Tuhan. Saya juga membawa kerapuhan, kelemahan dan ketakberdayaan sebagai kesempatan untuk menyadari betapa saya membutuhkan rahmat kebangkitan.

Setelah sampai di makam, sejenak saya sadar bahwa makam telah kosong. Tuhan telah bangkit. Saya diajak untuk mengosongkan diri di hadapan Tuhan, bangkit dari kejatuhan. Saya semakin menyadari sebuah berkat cuma-cuma dari Tuhan. Berkat kehidupan dan pengalaman baru menanti di sepanjang hari ini.

 

***

 

Saya berjalan ke luar kamar menuju halaman dan memandang ke arah timur. Arah timur merupakan sumber matahari terbit. Di situ saya merasakan energi baru muncul yang menggerakkan hati untuk membuat sesuatu yang bermanfaat bagi sesama.

Sumber energi itu memanggil dan mendorong untuk memulai sesuatu yang baru. Saya sadar akan perubahan dalam hidup. Perubahan hidup saya alami ketika cakrawala baru melingkupi diri. Saya terkesan dengan peristiwa perjumpaan Yesus dan Maria Magdalena yang tertulis dalam Injil Yohanes.

"Ibu, mengapa engkau menangis?" tanya penunggu makam kepada Maria Magdalena.

”Aku mencari Yesus, seorang telah mencuri jenazah-Nya!” jawabnya.

”Maria!” jawab penunggu makam yang ternyata adalah Yesus, Sang Guru.

 "Rabuni!”serunya kepada Yesus.

Maria Magdalena berseru dengan panggilan yang khas. Ia mengenal Yesus sebab Yesus juga memanggil dengan sebutan yang khas pula. Dengan penuh kegembiraan, ia pun berseru dengan suara nyaring.

"Aku telah melihat Tuhan!"

Setelah itu Maria Magdalena pergi dan mewartakan kebangkitan Yesus kepada siapa saja yang dijumpai.

Saya  mengarahkan pandangan kepada Tuhan yang telah bangkit. Saat itulah saya merasa sanggup menerima dan mengakui kesalahan, kritik serta kesediaan untuk memaafkan. Pembaharuan hidup ini semakin diteguhkan ketika mengunjungi Sakramen Mahakudus di tengah malam. Saya merasa sanggup mempersembahkan kesepian dan menerima kehadiran sesama di sekitar saya. Kebersatuan dengan Tuhan dalam Sakramen Mahakudus sungguh saya rasakan sebagai penghiburan yang menguatkan.

Tuhan telah melegakan hati yang sesak oleh karena sulit menerima situasi yang ada. Beban-beban kerapuhan diri telah diangkat dan diganti dengan yang baru untuk menyambut hari esok yang cerah. Saya berdoa dan mempersembahkan  mereka yang saya jumpai, layani dan mereka yang bekerja sama dengan saya.

Paskah tahun ini memberi makna tersendiri bagi saya. Saya keluar dari sendiri dan bangkit dari keterpurukan karena sakit yang begitu lama. Saya mulai berani menerima sakit dan menyadari kerapuhan di hadapan Tuhan dan menemukan sebuah teraphy bagi penyakit ini. Teraphy yang saya lakukan yaitu dengan menekuni dunia literasi, mengembangkan minat dan bakat terpendam. Itulah proses penyembuhan yang saya jalani.

”Salut! Suster sakit tetapi produktif,” kata salah seorang teman suster.

”Ayo, Teman! Walaupun leher miring tetapi otakmu produktif. Semangat yo?”

”Wow, Proficiat! Tetap berkarya, Sis!”

Sapaan teman-teman yang menghibur dan memberi semangat membuat diri semakin yakin bahwa ”matahari pasti terbit di ufuk timur.” Selalu ada harapan di balik setiap pergulatan, sakit dan kesulitan.

Paskah membawa harapan dan kehidupan baru seperti matahari yang selalu terbit di ufuk timur. Matahari yang senantiasa memberi kehangatan bagi dunia. Saya pun diajak untuk menjadi ”matahari”. Bukan matahari yang menyengat. Namun matahari yang senantiasa menghangatkan. Matahari adalah kehadiranku di tengah-tengah komunitas dan sesama. Matahari yang memberi kehangatan dengan sapaan, senyuman dan kemurahan hati. Kristus telah bangkit dan akan selalu membawa kebangkitan bagi kehidupan setiap hari. SELAMAT PASKAH !***

Berita Terkait

IDENTITAS KONGREGASI

Perjalanan Kongregasi ADM Hingga Berusia 161 Tahun

Hari Berdirinya Kongregasi ADM ke 160 tahun

Redemisti nos Domine
in Sanguine Tuo.

prompangsusteradm@gmail.com
(0274) 562739

Jl. Abu Bakar Ali No.12, Kotabaru, Kec. Gondokusuman
Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224