RS PALANG BIRU KUTOARJO
Karya Kesehatan Suster-suster ADM di Kutoarjo Kabupaten Purworejo
Sejarah Rumah Sakit Palang Biru Kutorjo
Profil RSPB Kutoarjo : https://youtu.be/JUvK3DCTbtU?si=XXQkfVKI0LQJmslz
Pada tahun 1952 : Zr. Damiana ADM, seorang perawat kesehatan dari Belanda
memulai pelayanannya kepada orang-orang sakit yang datang di Susteran ADM Jalan
Marditomo 11 Kutoarjo.
Tahun 1965 : Pelayanan orang sakit dan ibu hamil dilaksanakan di tengah- tengah masyarakat bersamaan dengan kunjungan ke stasi-stasi (pos kunjungan)
1965-1972 : Kegiatan penimbangan di BKIA berlangsung
di Unit Palang Biru Kutoarjo dengan adanya bantuan susu, bulgue dan jagung
untuk anak-anak, bayi-bayi, karyawan dan anak-anak asrama.
1972 : Pimpinan Kongregasi Suster-suster ADM mengusahakan dana untuk membeli tanah dan membangun gedung untuk memindahkan tempat persalinan dan perawatan yang sudah tidak memadai lagi. Dan pada tahun 1973, bangunan selesai, RB/BP dipindahkan ke tempat yang baru di Jalan Marditomo 17 Kutoarjo.
1995 : Usaha meningkatkan status diteruskan oleh Sr. Sili Bouka ADM melalui upaya yang memeras tenaga dan perhatian, akhirnya pada tanggal 05 Februari tahun 1997, Keluar Izin Sementara Rumah Sakit untuk jangka waktu 6 (enam) bulan.
30-10-1998 : Keluar Izin Tetap Rumah Sakit yang harus diperbaharui dan dipertanggungjawabkan keberadaannya 5 tahun kemudian dan pada bulan Maret tahun 2003 Rumah sakit dibangun dan direhab menjadi 2 (dua) lantai.
05-01-2012 : Penambahan gedung baru 3 (tiga) lantai untuk IGD, Laboratorium, Radiologi, Perawatan Ibu Bersalin, Perawatan Anak-anak dan Ruang VIP. 2016 : Renovasi tahap akhir dengan gedung 3 (tiga) lantai untuk Rawat Jalan, Kamar Bedah, ICU dan menambah kapasitas Ruang Rawat Inap.
25-04-2018 : Bangunan Gedung diresmikan.
RS Palang Biru Kutoarjo terletak di Jalan Marditomo No. 17 Kelurahan Kutoarjo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang mendapat surat ijin tetap sebagai rumah sakit pada tahun 1998. Tahun 1952 Zr. Damiana ADM, seorang perawat kesehatan dari Belanda memulai pelayanannya kepada orang-orang sakit yang datang di Susteran ADM jalan Marditomo 11 Kutoarjo. Pelayanan bertempat di salah satu kamar sederhana dengan satu meja, satu kursi, satu tensimeter, obat-obatan sederhana dan sebuah bangku panjang pasien untuk menunggu giliran.
Pelayanan kesehatan kini dikenal/berubah menjadi Rumah Bersalin/balai
Pengobatan yang oleh masyarakat Kutoarjo dan sekitarnya dengan sebutan RB/BP
Palang Biru. Kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan semakin meningkat
sehingga diperlukan tambahan sarana dan prasarana yang memadai. Maka pada tahun
1963 atas usaha Bapak Budiman, RB/BP Palang Biru mendapat bantuan dari Yayasan
Dana Bantuan Indonesia untuk menambah bangunan gedung di komplek Susteran. Gedung
ini kemudian dipergunakan untuk pelayanan Poliklinik Umum dan BKIA, asrama
puteri (perawat dan guru karyawan Yayasan) serta untuk perawatan bayi dan
titipan anak yatim piatu, prematur.
Sekitar tahun 1965, sesudah peristiwa G30S/PKI, jumlah masyarakat yang
datang ke poliklinik sangat menurun, sehingga pelayanan orang sakit dan ibu
hamil dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat bersamaan dengan kunjungan ke
stasi-stasi (pos kunjungan) diantaranya : Wirosobo dan Semayu, wingko dan
ringgit serta ngandangan.
Tahun 1965–1972 kegiatan penimbangan di BKIA berlangsung terus di Unit Palang Biru Kutoarjo dengan adanya bantuan berupa susu, bulgur, jagung untuk anak-anak, bayi-bayi, karyawan dan anak-anak asrama. Pada tahun 1972 Pimpinan Kongregasi Suster-Suster ADM mengusahakan dana untuk membeli tanah dan membangun gedung baru guna memindahkan tempat persalinan dan perawatannya yang sudah tidak memadai lagi. Pada tahun 1973 bangunan selesai, RB/BP dipindahkan ke tempat yang baru sampai sekarang di Jalan Marditomo No. 17 Kutoarjo.
Tetapi sejak tahun 1980 kadang-kadang terpaksa harus menerima penitipan
bayi sakit dengan penyakit ringan, misalnya diare. Lama kelamaan Sejarah meningkat lagi, banyak orang sakit
datang mendesak minta opname baik pasien perempuan maupun pasien laki-laki.
Keadaan ini memaksa pengelola untuk mengambil sikap. Meneruskan pelayanan
sebagai RB/BP atau meningkatkan status sebagai Rumah Sakit Umum. Pada awal
tahun 1990, Sr. Paula ADM menjelajahi kemungkinan peningkatan status ini dengan
mengadakan studi kelayakan.
Tahun 1995 usaha meningkatkan status ini diteruskan oleh Sr. Sili Bouka
ADM melalui upaya yang memeras tenaga dan perhatian. Setelah Yayasan Swana
Santa memilih untuk mendukung peningkatan status maka diadakan studi kelayakan
yang dilaksanakan dengan bantuan ahli dari PERDHAKI dan diproseslah permohonan
perubahan status kepada Kanwil Departemen Kesehatan Jawa Tengah di Semarang.
Akhirnya pada tanggal 5 Pebruari 1997 terwujudlah cita-cita Yayasan,
keluar izin sementara Rumah Sakit untuk jangka waktu 6 (enam) bulan. Dan per 05
Agustus 1997 izin sementara I telah diperpanjang sampai 5 Pebruari 1998
kemudian diperpanjang sampai dengan 05 Agustus 1998.
Tanggal 30 Oktober 1998 keluarlah izin tetap Rumah Sakit yang harus
diperbaharui dan dipertanggung jawabkan keberadaannya 5 tahun kemudian. Dan
sesuai dengan diterimanya izin tetap penyelenggaraan sarana kesehatan maka hari
jadi Palang Biru adalah tanggal 30 Oktober.
Pada perayaan Paskah, bulan Maret tahun 2003,bangunan rumah Sakit bagian selatan dibangun dan direnovasi menjadi gedung berlantai 2 (dua). Guna meningkatkan pelayanan dan menambah fasilitas gedung baru, mulai bulan Mei 2010, bangunan sebelah utara dilakukan renovasi menjadi bangunan 3 lantai .

RS Palang Biru Kutoarjo


Fasilitas Gedung Baru diberkati pada tanggal 05 Januari tahun 2012. Fasilitas tersebut digunakan untuk IGD, Instalasi Laboratorium dan Radiologi dilantai I ruang bersalin dan kamar perawatan ibu melahirkan di lantai II dan perawatan pasien anak –anak serta kelas VIP dilantai III. Pada tahun 2016, rumah sakit mengadakan renovasi tahap akhir dengan membangun gedung III lantai yang digunakan untuk ruang pelayanan rawat jalan, kamar bedah, ICU dan menambah kapasitas ruang rawat inap. Dan pada tanggal 25 April 2018 bangunan baru tersebut diresmikan.
Kategori: KARYA-KARYA