SPRITUALITAS
Kongregasi Suster-Suster Amalkasih Darah Mulia
SPIRITUALITAS
KONGREGASI SUSTER-SUSTER AMALKASIH DARAH MULIA
Spiritualitas merupakan sesuatu yang berhubungan dengan spirit, jiwa, atau kerohanian yang memberi makna hidup dan membawa kepada kebenaran yang hakiki.
Spiritualitas Suster-Suster ADM adalah Spiritualitas Darah Mulia Yesus Kristus. Pribadi Yesus yang telah mencurahkan DarahNya yang Mulia untuk menebus dosa manusia dan seluruh alam semesta, menjadi kekuatan para Suster dalam menghayati dan mengamalkan kasih Kristus Penebus bagi sesama dan dunia. Untuk mengenal dan mendalami Spiritualitas Darah Mulia, kita perlu memahami:
1. Makna Darah
2. Pengampunan Dosa
3. Karya Penyelamatan Yesus Kristus bagi Dunia
- Makna Darah
a. Darah korban dalam Perjanjian Lama
Secara fisik bila kita melihat darah, perasaan yang muncul dalam hati kita adalah rasa takut dan ngeri. Namun dalam Kitab Suci, darah dimaknai sebagai:
1) Simbol Kehidupan.
Dalam Kitab Imamat dikatakan, “...karena nyawa makhluk ada dalam darahnya” (Im. 17:11a).
2) Jaminan Keselamatan Allah bagi umat-Nya.
Kitab Keluaran mengatakan, “Akulah TUHAN. Apabila Aku melihat Darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan..., apabila Aku menghukum tanah Mesir” (Kel. 12:13).
3) Kurban Penghapus Dosa dan Pendamaian.
Tentang hal ini dalam Kitab Imamat juga tertulis, “Aku telah memberikan darah itu pada mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu…” (Im. 17:11b).
4) Perjanjian Allah dan Manusia
Kemudian Musa mengambil Darah itu dan menyiramkan pada bangsa Israel serta berkata, “Inilah darah perjanjian yang diadakan Tuhan dengan kamu…” (Kel. 24:8).
b. Makna Darah Yesus dalam Perjanjian Baru
Darah dalam peristiwa Transfiksi, sebagai Tanda dan Simbol:
1) Darah yang tercurah dari Lambung Yesus menjadi tanda kematian-Nya.
Santo Yohanes Penginjil memberikan kesaksian akan Kebenaran Hakiki tentang peristiwa Transfiksi, yaitu peristiwa penikaman Lambung Yesus, yang mengalirkan Darah dan Air (Yoh. 19:34) Darah yang tercurah dari Lambung Yesus, menjadi tanda kematian-Nya. Ia wafat untuk menebus dosa manusia, dan Kebangkitan-Nya yang Mulia, adalah kemenangan atas maut dan dosa.
2) Darah Yesus menjadi simbol seluruh hidup-Nya.
Secara simbolis Darah merupakan seluruh hidup Yesus. Hal ini dinyatakan oleh Yesus sendiri pada saat Perjamuan Terakhir bersama murid-muridNya, “Minumlah kamu semua dari cawan ini. Sebab inilah Darah-Ku, Darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa” (Mat. 26:27-28). Yesus memberikan Tubuh dan Darah-Nya, seluruh hidup-Nya, untuk menyelamatkan manusia.
- Pengampunan Dosa
a. Relasi Kasih antara Allah dan Manusia
1) Dalam Perjanjian Lama
Dalam Kitab Kejadian yang mengisahkan sejarah penciptaan, Allah sangat bahagia ketika menciptakan manusia. Diciptakan-Nya manusia sesuai dengan Rupa dan Gambar-Nya (Kej. 1:26). Allah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat, serta memberinya kuasa atas buatan tangan-Nya (Mzm. 8:67). Manusia merupakan makhluk ciptaan yang amat disayangi-Nya. Kitab Suci dengan indah menggambarkan betapa mesra relasi Allah dan manusia, seperti Bapa dengan anaknya.
Ø Tuhan Allahmu, telah menggendong engkau sama seperti seseorang menggendong anaknya, di sepanjang jalan yang kamu tempuh (Ul. 1:31).
Ø Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku (Mzm. 27:10).
Ø Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak melupakan Engkau (Yes. 49:15).
2) Dalam Perjanjian Baru
Ø Injil Yohanes dalam salah satu ayatnya menyatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16).
Ø Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut ana-kanak Allah (1Yoh. 3:1).
b. Relasi Kasih yang Terkoyak oleh Dosa
Ø Kitab Kejadian mengisahkan manusia pertama Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Mereka tidak taat kepada Allah. Akibat pelanggaran itu, mereka takut kepada Allah dan bersembunyi. Dosa membuat manusia menjauh dari Allah (Kej. 3:1-24).
Ø Dosa makin merasuk dalam kehidupan manusia. Dalam Kitab Kejadian diceritakan peristiwa Kain membunuh Habel saudaranya. “Setelah itu Kain mengatakan kepada Habel, saudaranya, ‘Mari kita pergi ke padang.’ Pada waktu mereka di padang, Kain kemudian menye rang Habel, saudaranya dan membunuhnya (Kej 4:8). Maka firman Tuhan, ‘Apa yang telah kaulakukan? Dengarlah! Darah saudaramu berseru kepadaKu, dari tanah. Maka terkutuklah engkau dalam keadaan terusir dari tanah, yang telah membuka mulutnya untuk menerima darah saudaramu dari tanganmu’’ (Kej 4:10-11).
Ø Dikisahkan dalam Kitab Keluaran, bangsa Israel membuat patung anak lembu emas, dan menjadikannya Allah bagi mereka. Allah Yahwe yang setia menuntun mereka keluar dari perbudakan Mesir mereka tinggalkan. Mereka menyembah berhala, Anak Lembu yang terbuat dari emas (Kel. 32:1-35).
Ø Mazmur 53 menggambarkan kebobrokan manusia. “Mereka semua telah menyimpang, mereka telah bejat. Tidak seorang pun berbuat baik, seorang pun tidak” (Mzm. 53:4).
Ø Dalam Surat Paulus kepada Jemaat di Roma dikatakan, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Rm 3:23).
c. Karya Penyelamatan Allah
Sejak awal mula Allah sangat mencintai manusia, Ia tidak menghendaki manusia binasa oleh karena dosa. Maka Allah mengutus sabda-Nya turun ke dunia, menjadi manusia. Dalam diri Yesus, karya penyelamatan itu terlaksana. Ia datang untuk menebus manusia dari kuasa dosa dan maut, melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya.
Ø Yohanes dalam Injilnya menulis, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran (Yoh. 1:14).
Ø Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma menulis, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia, telah dibenarkan dengan cuma cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus telah ditentukan Allah menjadi Jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya” (Rm. 3:23-25a).
- Karya Penebusan Yesus bagi Dunia
Seluruh hidup dan karya Yesus adalah perwujudan kasih Allah. Bukti cinta Allah kepada manusia yang paling tinggi adalah karya penebusan yang dilaksanakan oleh Yesus dengan melakukan kehendak Bapa-Nya. Ia rela menderita sengsara, wafat dan bangkit untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa dan maut. Demi cinta-Nya kepada manusia, Yesus menumpahkan Darah sampai sehabis-habisnya di salib, untuk membayar lunas harga tebusan akibat dosa yang telah dilakukan manusia.
Ø Rasul Petrus menulis dalam suratnya, “Sebab kamu tahu bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia, yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah Kristus yang mahal…” (1Ptr. 1:18-19a).
Ø Dalam Kitab Wahyu tertulis, “Bagi Kristus yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa dosa kita dengan darah-Nya” (Why. 1:5b).
Ø Hal yang sama, juga ditulis oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, “Sebab di dalam Dia dan oleh Darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya yang dilimpahkan kepada kita...” (Ef 1:78).
Dari kutipan ayat-ayat Kitab Suci di atas, iman kita semakin diteguhkan bahwa Allah mencintai Manusia, dengan cara Ilahi dan sekaligus manusiawi. Darah Yesus yang ditumpahkan untuk menebus dosa manusia merupakan bukti cinta dan Kerahiman Allah bagi manusia pendosa.
Kategori: VISI-MISI KONGREGASI ADM