Antara Merdeka atau Terbelenggu
Merdeka berarti Bebas
Merdeka berarti bebas, tidak
terikat. Merdeka merupakan hak mutlak setiap pribadi. Namun situasi saat ini sangat
jauh dari definisi secara harafiah. Bukan karena dijajah musuh, melainkan karena adanya pandemi covid-19 yang berkepanjangan. Mulanya
kita hanya mendengar berita mengenai penyebaran di Cina, namun kini hadir di
tengah kita dan sedang menggerogoti masyarakat, mengubah pola hidup kita, dan membatasi
ruang gerak kita. Keadaan ini sudah tentu membelenggu kebebasan kita. Ketakutan
kini menyelimuti setiap orang. Perubahan yang signifikan ini berlangsung begitu
cepat tanpa ada persiapan yang tepat oleh setiap pribadi karena selama ini
tentunya masyarakat telah nyaman oleh buaian rutinitas dan harus beralih 180 mengikuti realita.
Kehadiran
covid-19 bukanlah sebuah jajahan. Covid seolah menjadi pengingat sekaligus
penantang bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih fleksibel dalam
memanfaatkan kemerdekaan, karena melihat situasi saat ini, intensitas
penyebaran covid sangat bergantung pada kesadaran masing-masing orang untuk
taat pada aturan, kebebasan kita direnggut, lalu siapa yang mau disalahkan?
Pemerintah si pembuat aturan, tenaga kesehatan, ahli penanganan atau justru mereka yang
terinfeksi? Tentu tak ada yang ingin disalahkan. Kehadairan covid juga melahirkan rasa jenuh dan
bosan yang berkepanjangan serta banyak keluhan baik dari tenaga kerja, orang
tua sampai anak-anak usia sekolah maupun prasekolah. Sebenarnya tanpa kita
sadari setiap keluhan mewakili keinginan kita yang besar untuk kebebasan yakni
kembali pada keadaan semula. Hanya sayangnya kita semua belum bisa ciptakan
suasana ini.
Covid turut mengubah pola hidup saya di
komunitas pembinaan suster-suster Amalkasih Darah Mulia. Segala kegiatan harus dilakukan dengan menaati
protokol kesehatan bahkan Perayaan Ekaristi yang menjadi kebutuhan pokok
dilaksanakan secara live streaming, itu pun dengan jarak yang telah ditentukan.
Pelajaran bersama dikurangi intensitasnya dan lebih diperbanyak kegiatan secara
mandiri. Kapan pun dan di mana pun selalu menggunakan masker (tentunya di luar
jam istirahat). Perubahan ini memberi banyak nilai bagi saya sebagai pribadi
yang merdeka, terutama dalam pemanfaatan waktu tanpa harus keluar rumah. Ada
banyak kegiatan dalam komunitas yang bisa mengatasi kekhawatiran, ketakutan dan
rasa jenuh yang dialami yaitu dengan membaca, menulis dan bermain musik. Dengan
menaati protokol, saya, anda dan kita semua telah menjadi salah satu dari
sekian ribu orang yang berkontribusi dalam mengurangi intensitas wabah covid – 19.
Covid terus merajalela
Aturan kesehatan terus
dikumandangkan
Tunjukan bahwa kita pribadi merdeka
Dengan menaati aturan.
Aturan dibuat bukan untuk mengikat
kita
Buka juga untuk memusnahkan wabah
covid
Tetapi
Untuk mengurangi penyebarannya
Lewat kesadaran kita
Tetap jaga jarak
Selalu pakai masker
Cuci tangan pakai sabun
tetaplah waspada karena meski tak
terlihat covid ada di sekitar kita
Cintailah diri sendiri dan sesama
Terus berdoa dan jangan lupa bahagia
Tetap jadi pribadi merdeka ditengah pandemi.
Kategori: SERBA-SERBI ADM