Image

RIWAYAT HIDUP PENDIRI

Ibu Seraphine Pendiri Kongregasi ADM

RIWAYAT HIDUP IBU SERAPHINE

PENDIRI KONGREGASI SUSTER-SUSTER AMALKASIH DARAH MULIA

 

Sr. Seraphine Spickermann, lahir dengan nama Gertrudis Spickermann pada tanggal 30 April 1819 di Kota Rheinbach, sebuah kota industri yang terletak di kaki pegunungan Eifel, di Jerman Barat Daya. Ayahnya seorang pengusaha sepatu yang cukup berada bernama Adam Spickermann. Ibunya bernama Josepha Assenmacher. Perkawinan mereka dikaruniai enam anak. Gertrudis merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Pada awalnya, kehidupan keluarga Spickermann cukup kaya dan bahagia. Namun kebahagiaan keluarga itu terkoyak karena ayah Gertrudis, Adam Spickermann mulai menjadi budak minuman keras, yang pada saat itu penyakit tersebut secara umum sedang melanda masyarakat Eropa. Adam Spickermann yang dulunya dikenal sebagai seorang ayah yang rajin bekerja dan bertanggung jawab, kini berubah menjadi pribadi yang sangat berbeda. Ia tidak pernah ke gereja lagi, tidak peduli dengan keluarga, sering bertengkar dengan istrinya, usahanya mulai morat­marit, sehingga kemiskinan mulai membayangi keluarga yang semula cukup berada dan bahagia itu. Ibu Josepha, terpaksa bekerja keras mencari nafkah dengan menjadi tukang cuci.

Dalam keadaan yang sangat menyedihkan ini, Ibu Josepha menimba kekuatan batin, dengan tekun berdoa dan setiap hari mengikuti Misa Kudus. Dengan kekuatan iman yang diperoleh dari Sakramen Ekaristi, ia dengan sabar dan tabah memikul salib kehidupannya. Kekerasan dan kebengisan suaminya dihadapi dengan kelembutan dan kesabaran, sampai pada suatu hari  peristiwa kelam itu terjadi. Pada hari Minggu 1 Mei 1836, Ibu Josepha mengikuti Misa pertama, sedangkan anak­anak, seperti biasanya mengikuti Misa pada siang hari. Sepulang dari Misa siang, mereka menemukan Ibu Josepha tergeletak dengan luka parah, di dekat kandang sapi. Maka cepat­cepat Pastor paroki dipanggil. Ibu Josepha masih sempat menerima Sakramen Minyak Suci sebelum akhirnya meninggal dunia.

Setelah diadakan penelitian atas kejadian itu, polisi tidak menemukan bukti yang cukup untuk menahan Adam Spickermann. Dalam arsip data di Paroki, memang ditemukan sebuah catatan bahwa Adam Spickermann menderita semacam penyakit gila bulanan, di mana setiap menjelang bulan purnama penyakitnya sering kambuh. Tetapi apakah itu yang menjadi penyebab kematian Ibu Josepha? Tidak ada yang bisa memastikan....Bagaimana nasib anak­anak Spickermann? Tidak ada catatan yang jelas. Kemungkinan mereka dititipkan pada sanak keluarganya.

Dari kisah keluarga Spickermann ini, kita tahu bahwa Gertrudis begitu dekat dengan Ibunya. Ia dengan rajin dan setia membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga untuk meringankan beban ibunya. Tentu sangatlah berkesan dan membekas dalam hati Gertrudis apa yang diteladankan ibunya setiap hari. Ketabahan, kesabaran, kesetiaan, cinta kasih, dan pengampunan, serta kekuatan iman yang dibangun dengan semangat doa dan Ekaristi serta devosi kepada Maria yang berduka cita, dengan sendirinya tertanam dalam pribadi Gertrudis. Inilah yang menjadi kekuatan dan kekayaan rohani Getrudis dalam menjalani hidup di hari­hari selanjutnya. Gertrudis adalah seorang wanita yang hidupnya tidak ditentukan oleh lingkungan dan masa lalunya yang diwarnai kepahitan dan penderitaan, tetapi hidupnya ditentukan oleh Cinta dan Rahmat Allah yang mengubah derita salib menjadi kebangkitan yang mulia.

Pada usia 23 tahun, tepatnya pada tanggal 18 Oktober 1842, Gertrudis masuk Kongregasi Suster­suster cinta kasih Santo Carolus Borromeus di Maastricht dan diberi nama biara Sr. Seraphine, seperti yang sudah disebut pada bab terdahulu. Kekuatan pribadi Gertrudis yang diwarisi dari almarhumah ibunya, tampak jelas dalam cara Gertrudis menjawab Panggilan Tuhan dan menyikapi setiap peristiwa yang dialami. Segala kesulitan dan penderitaan dia terima sebagai peluang rahmat yang semakin membuat hatinya berkobar untuk hidup bagi kemuliaan Tuhan, melalui pemberian dirinya bagi mereka yang sakit, miskin, terlantar, dan tersingkir, agar karya keselamatan Allah dapat dirasakan oleh sesama, terlebih mereka yang menderita. Dalam perutusannya sebagai Suster yang diberi tugas mengasuh anak­anak yatim piatu di Maastricht selama 10 tahun, dan kemudian diminta membuka rumah cabang baru di Sittard untuk mengurus orang­orang miskin dan terlantar, Sr. Seraphine menunjukkan ketabahan dan kekuatan imannya. Ia selalu mengandalkan Kebaikan Allah dan penyelenggaraan Ilahi­Nya, yang mengutus banyak orang yang baik hati untuk membantu dan memberikan jalan keluar. Ketulusan hatinya dalam membangun persaudaraan dalam komunitas biara maupun di luar biara, membuat Sr. Seraphine banyak mendapatkan pertolongan dalam menghadapi setiap tantangan dan kesulitan. Ia memiliki keyakinan, bahwa apa yang direncanakan dan dikehendaki Tuhan, tidak pernah gagal. Kekuatan pribadinya sangat jelas terletak pada kekuatan iman yang disuburkan dengan hidup doanya. Hal ini dapat kita rasakan setiap kali Sr. Seraphine mengalami kesulitan, ia selalu berlutut di hadapan Tuhan, dan berdoa. Terlebih saat ia harus membuat pilihan yang teramat sangat sulit, yakni ketika harus memilih pulang ke biara induk di Maastricht yang dicintainya, atau tetap tinggal di Sittard untuk mengurus dan merawat mereka yang dipercayakan kepadanya.

Sr. Seraphine semakin sungguh­sungguh berdoa, agar kehendak Tuhan sajalah yang terjadi. Sikap hidupnya yang sederhana dan bersahaja, peduli dan mencintai orang­orang yang menderita, miskin, dan terlantar, membuat Sr. Seraphine rela berkorban untuk mengurus dan merawat mereka, karena ia yakin bahwa mereka adalah buah hati dan kesayangan Allah. Spirit hidupnya terwujud dalam cara hidupnya yang selalu berserah diri pada kehendak Allah, mencintai Yesus yang telah mencurahkan Darah­Nya untuk menebus dunia, dan ia senantiasa mendengarkan Roh Kudus.

 


Berita Terkait

LOGO PERSADA

LIVE IN PANGGILAN PART II

Kasih Tuhan Sepanjang Tahun

Redemisti nos Domine
in Sanguine Tuo.

prompangsusteradm@gmail.com
(0274) 562739

Jl. Abu Bakar Ali No.12, Kotabaru, Kec. Gondokusuman
Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55224